Anggota Komisi XI DPR RI: Sejumlah Sektor Perekonomian Menurun, Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Anggota Komisi XI DPR RI: Sejumlah Sektor Perekonomian Menurun, Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Telusur.co.id

 | Jakarta | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan perekonomian nasional pada semester II-2017 bisa tumbuh cukup kuat agar target 5,2% pada akhir tahun tercapai.

Anggota Komisi XI DPR RI, M. Sarmuji mengatakan, kondisi fundamental makro saat ini bagus, tapi situasi di sektor mikro (sektor riil) terlihat sebaliknya. Hasil penjualan semester I, sejumlah sektor turun atau di bawah target, seperti ritel, semen, otomotif, dan lain sebagainya. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mencari jalan keluar dan solusi mengatasi kontradiksi makro dan mikro ini.

Menurutnya, kondisi perekonomian memang agak membingungkan. Data perekonomian seolah ada anomali antara makro ekonomi dan mikro ekonomi. Penyebabnya belum tentu karena daya beli rendah. Sebabnya,  kalau terjadi penurunan daya beli biasanya dikarenakan terjadi inflasi yang tinggi.

Sarmuji bilang, kondisi demikian bisa jadi juga disebabkan karena masyarakat menahan diri untuk belanja, karena kemungkinan pengeluaran yang lebih tinggi di belakang hari atau karena kepercayaan terhadap prospek penghasilan yang berkurang. Demikian juga dengan inflasi yang rendah bisa diakibatkan penurunan daya beli atau karena masyarakat menahan diri karena ekspektasi pengeluaran yang lebih tinggi.

“Pemerintah harus memberikan insentif untuk memperkuat daya beli utamanya pada masyarakat dengan penghasilan rendah,” kata Sarmuji di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (2/8).

Dikatakan Sarmuji, momentum ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk memperkecil kesenjangan dan kemiskinan. Dalam konteks itu, lanjut dia, pemerintah perlu memperkuat program padat karya dan menamabah pemberian subsidi langsung kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Program pembangunan infrastruktur sebaiknya direlaksasi agar liquiditas di sektor keuangan tidak terserap secara dominan ke sektor tersebut. Sehingga bisa digunakan untuk menggerakkan sektor produksi dan konsumsi,” ujar politisi Golkar itu.

Sarmuji mengatakan, Pemerintah juga perlu mendorong ekspor agar sektor produksi dalam negeri memiliki pangsa alternatif yang lebih baik. Pada gilirannya jika produksi dapat terserap di pasar luar negeri, perekonomian dalam negeri juga akan membaik. Lebih lanjut menurutnya, sektor wisata juga harus terus ditingkatkan agar lebih menarik kunjungan wisatawan luar negeri.

“Sektor pariwisata akan memberikan efek berganda terutama tumbuhnya ekonomi kreatif. Sektor ini juga tidak terpengaruh dengan kelesuan ekonomi mikro dalam negeri,” katanya.

Seperti yang diketahui, Menkeu Sri Mulyani berharap bahwa pertumbuhan ekonomi cukup kuat momentumnya di semester II. Sri Mulyani mengatakan, faktor yang bisa mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi pada sisa tahun 2017 adalah konsumsi rumah tangga dan investasi yang diproyeksikan tumbuh sebesar 5%. Selain itu, sektor ekspor maupun impor yang tumbuh negatif dalam beberapa tahun terakhir, karena terkena imbas penurunan harga komoditas global, diharapkan mulai tumbuh positif.| red-06 |

 

Komentar

Artikel Terkait