Telusur.co.id - Purwakarta | Teladani keikhlasan berjuang untuk bangsa dan negara, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (16/8) seperti biasanya sehari menjelang peringatan HUT Ke-72 RI, berziarah ke sejumlah kuburan pahlawan tanpa nama atau pahlawan tidak dikenal di komplek Taman Makam Pahlawan Sirnaraga, Kabupaten Purwakarta, Jabar.
“Pagi ini saya berziarah ke Taman Makam Pahlawan. Ada tradisi yang selalu saya lakukan, yakni menziarahi 80 makam tanpa nama. Karena tidak pernah ada keluarga yang berkunjung, saya membersihkan makam-makam itu,” ujarnya.
Dedi mengaku kecewa melihat kondisi kompleks pemakaman para pejuang kemerdekaan yang terlihat tak terawat itu. “Hati saya kecewa karena makam tampak rapuh akibat pembuatannya yang tidak sesuai dengan standar. Saya berpikir dalam hati, untuk menata kuburan pahlawan saja, masih tega mengambil untung besar. Lantas apa yang ada dalam pikiran mereka, masih adakah hati dan jiwa kebangsaannya?,” ungkapnya.
Melihat kondisi makam memprihatinkan, Bupati Purwakarta dua periode yang dipastikan akan ikut ambil bagian dalam perhelatan Pilgub Jabar 2018 mendatang itu, spontan berinisiatif untuk memperbaiki seluruh kuburan di kompleks Taman Makam Pahlawan Sirnaraga Purwakarta itu, dengan desain yang indah dan kokoh.
“Penghargaan kepada pahlawan seharusnya bukan hanya keluar dari ucapan. Tetapi, harus muncul dari sikap dan perbuatan kita membela bangsa dengan sepenuh hati. Saya datang ke sini (makam pahlawan tak dikenal) terlebih dahulu, ingin merefleksi keikhlasan mereka yang tidak dikenal dalam perjuangan, maka saya ziarahi,” katanya.
Selain merefleksi nilai ikhlas dalam berbangsa, cara tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan tak dikenal. Karena itu, sebagai bentuk penghormatan nyata, Dedi yang hadir ditemani petugas Dinas Tata Ruang dan Pemukiman setempat juga membersihkan makam pahlawan tak dikenal yang kondisinya tidak terawat.
Penjaga Taman Makam Pahlawan, Dede Sukmana mengatakan, taman makam Sirnaraga luasnya 2 hektare. Didalamnya terdapat 80 makam pejuang tidak dikenal asal usulnya. Karenanya, tidak pernah ada keluarga yang menziarahi, baik setiap Idul Fitri maupun perayaan HUT RI.
“Kalau makam yang ada namanya di nisan, biasanya suka ada yang ziarah,” tuturnya | red-03/Ant |