Pengurus NU Berang Dituding Terima Miliaran Rupiah

Pengurus NU Berang Dituding Terima Miliaran Rupiah

Telusur.co.id

Sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, berang. Mereka dituding menerima duit miliaran rupiah dari salah satu kandidat calon Wakil Bupati Bekasi.

Meski demikian, mereka tidak akan menuntut pihak-pihak yang telah memfitnah dan mencemarkan nama baik organisasi terbesar di Indonesia itu.

“Kami tidak akan mempolisikan mereka yang telah memfitnah dan mencemarkan nama baik NU. Biarkan saja, nanti juga mereka tahu sendiri kalau NU tidak pernah menerima uang sebesar itu,” kata Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Bagus Lukito kepada telusur.co.id, Kamis (4/7/19).

Sebagai klarifikasi atas tudingan tersebut, kata Bagus, pihaknya telah mencalonkan Ketua Rois Syuriah KH. Dahim Arisi sebagai wakil bupati untuk mendampingi Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022, Eka Supria Atmaja.

“Alhamdulillah, Sabtu (29/6) lalu, kami resmi mencalonkan Ketua Rois Syuriah sebagai wakil bupati Bekasi ke Bappilu Partai Golkar,” ujarnya.

Secara terpisah, KH. Dahim mengakui dirinya daftar menjadi cawabup Bekasi untuk menepis adanya pemberitaan, kalau NU menerima miliaran rupiah, sekaligus mendukung Ahmad Marzuki.

“Saya daftar sebagai cawabup, karena adanya pemberitaan kalau NU Kabupaten Bekasi mendukung Ahmad Marzuki,” katanya.

“Dengan mendaftar sebagai cawabup, saya berharap tidak ada lagi yang menuding kalau NU dapat duit miliaran rupiah dan mendukung Ahmad Marzuki,” Dahim menambahkan.

23 PK Tolak Kader Karbitan

Sementara itu, sebanyak 23 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Bekasi menyatakan sikap atas klaim dukungan yang sebelumnya dilontarkan kandidat lain.

A Mutaqin, selaku ketua PK Cikarang Selatan bertindak sebagai juru bicara yang mewakili para pengurus 23 PK se-Kabupaten Bekasi, menegaskan dari awal para PK mendukung khusus para kader Golkar yang mencalonkan diri ikut penjaringan cawabup.

“Soal adanya kandidat lain yang membawa nama PK Golkar, semua itu bohong,” katanya.

Mutaqin menegaskan, semua pemberitaan yang menyebutkan PK Golkar mendukung salah satu kandidat, itu hoax. Karena 23 PK hanya berkomitmen mendukung kader-kader Golkar.

“Kita menolak mendukung kader Golkar karbitan atau kader yang baru muncul,” tegasnya.

Dirinya bersama 23 PK Golkar Kabupaten Bekasi menyatakan kekhawatiran akan dampak dan citra buruk terhadap Golkar. Sehingga Golkar tidak lagi mendapat kepercayaan dari masyarakat pada pilkada mendatang.

“Kami berharap calon wakil bupati periode 2017-2022, berasal dari kader Golkar Kabupaten Bekasi yang sudah berkontribusi dalam proses pemenangan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Mutaqin, 23 PK Golkar se-Kabupaten Bekasi menolak tegas saudara Ahmad Marzuki dan yang lainnya setelah mendafatarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati yang secara mendadak mengaku sebagai kader Golkar yang bertempat tinggal secara tiba-tiba di Kabupaten Bekasi.

“Yang bersangkutan adalah bukan orang yang pernah berjuang untuk memenangkan cabup dan cawabup pada saat Pilkada 2017 lalu,” ujarnya. [ipk]

 

Komentar

Artikel Terkait