Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani meminta semua pihak di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan Banjarbaru untuk tetap merajut tali persaudaraan, serta menjaga kerukunan antar sesama pasca Pemilu 2019.
“Merajut persaudaraan sangat perlu dilakukan, karena diakui atau tidak Pemilu 2019 sebelumnya sedikit banyak berimbas kepada masyarakat karena adanya perbedaan pandangan dan pilihan calon Presiden-Wakil Presiden serta calon anggota legislatif, sehingga dengan usainya pesta demokrasi mari kita sudahi,” ujar Irjen Pol Yazid Fanani.
Untuk itulah, pinta jenderal bintang dua ini meminta seluruh element masyarakat, khususnya tokoh agama dan ulama, untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan persatuan, pasca Pemilu yang telah berlangsung dengan jujur dan adil.
BACA JUGA : 4.449 Personil Gabungan Siap Amankan Pemilu 2019
“Mari kita bergandengan tangan, satu dengan yang lainnya saling menjaga tanpa adanya perpecahan,” pinta perwira Akpol angkatan 1988 ini.
Tidak hanya menghindari adanya perpecahan, tambah mantan Kapolda Jambi berharap, masyarakat Kalimantan Selatan untuk mengindahkan beredarnya berita-berita hoax yang sekarang ini masih banyak ditemui.
“Meski masih banyak dijumpai berita dan informasi hoax yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sampai saat ini. Saya menghimbau, seluruh masyarakat untuk dewasa menyikapi perbedaan pilihan sehingga tidak sampai menimbulkan persinggungan dan konflik yang berkepanjangan,” harapnya.
Sementara itu, dengan moment bulan suci Ramadhan yang diisi dengan safari keliling Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, Irjen Pol Yazid Fanani menjelaskan bahwa dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan TNI, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta beberapa element lainnya.
“Dengan silaturahmi ini, mari merajut kembali perbedaan saat Pemilu, dengan mempererat ukhuwah dan persatuan antar sesama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya. (ham)