| Jakarta | Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut isu pemekaran Provinsi Kalimantan Barat, yang digulirkan dua calon Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Karolin Margret Natasa menunjukan bila keduanya ingin mengklaim hasil kerja Cagub Kalbar, Milton Crosby.
Bukti paling kongkret, kata Arief, adalah saat Milton menjadi Bupati Sintang. Dimana Milton menjadi Ketua Tim Pemekaran Kalbar, dengan mempersiapkan bandara berkelas internasional di Sintang.
“Masyarakat Kalbar sudah lebih tahu kalau rencana pemekaran Kalbar itu, tokohnya Milton Crosby. Bukan Karol ataupun Sutarmidji,” kata Arief yang juga Korwil Gerindra Kalbar, dalam keterangan kepada telusur.co.id, Kamis (11/1/2018).
Menurut Arief, jika Karolin dan Midji “jualan” isu Pemekaran Kalbar, artinya sama saja membodohi masyarakat Kalbar, yang jauh lebih cerdas dari mereka berdua.
“Mereka berdua jualan isu pemekaran karena sudah merasa kalau mereka berdua akan kalah pada saat debat Pilgub Kalbar ,serta saat pencoblosan,” kata Arief.
Karena itu, masyarakat Kalbar hari ini di tawarkan oleh Gerindra dua putra terbaik Kalbar, Milton-Boyman, untuk melayanin dan meningkat kehidupan ekonomi masyarakat Kalbar, serta untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar warga di Kalimantan Barat.
Tak lupa, Arief meminta agar masyarakat Kalbar ikut mengawal dan mengawasi Pilgub, agar berjalan bersih. Sebab dirinya khawatir, di Pilgub Kalbar 2018, rawan kecurangan.
“Kami meminta masyarakat Kalbar untuk ikut mengawal dan mengawasi,” kata dia.
Diketahui, Gerindra dan PAN mengusung pasangan Milton-Boyman. Dimana Milton adalah mantan Bupati Sintang, dan Boyman mantan Wakil Bupati Ketapang. [***]