Korban Banjir Bandang Mamuju Minta Pemerintah Bantu Bangkitkan Kembali Kabupatennya

Korban Banjir Bandang Mamuju Minta Pemerintah Bantu Bangkitkan Kembali Kabupatennya

Telusur.co.id -

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu, telah meluluh lantakkan pemukiman penduduk, termasuk sekolah. Ratusan rumah di tiga desa yaitu Desa Pammulukang, Beru-beru, Pokkang serta satu kelurahan, yakni Bebanga di Kecamatan Kalukku dinyatakan rusak parah. Salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju pun diliburkan, karena seluruh bangunannya dipenuhi ranting pohon besar dan material lumpur kiriman setinggi 40 sentimeter. Hal ini membuat aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilakukan.

Dalam kunjungannya ke Kalukku, kelurahan Bebanga, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga, mengaku turut berduka cita atas bencana yang menimpa Kabupaten Mamuju, Sulbar. Bintang juga memberikan bantuan kepada masyarakat Kalukku, siswa SD, SMP, dan SMA Negeri 2 Kalukku.

Kepala Desa Bebanga, Rusdin Chalang, mengatakan, bahwa desanya sedang dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, kususnya untuk mengangkat potongan kayu dan lumpur yang masih menimbun banyak bangunan di keluarahan Kalukku, kabupaten Mamuju.

“Kami mohon sekali kepada Pemerintah untuk desa kami ini,” ucap Rusdin, di SMP Negeri 2 Kalukku, Rabu (20/3/19).

Selain itu, warga yang hadir dalam acara kunjungan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM beserta romnongan, menyampaikan kebutuhannya akan bantuan Pemerintah berupa pelatihan usaha dan permodalan untuk kembali memulihkan kondisi perekonomian mereka.

Menanggapi hal itu, Bintang Puspayoga mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan kebutuhan masyarakat Mamuju kepada Menteri Koperasi dan UKM dan pihak terkait untuk dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat Mamuju, khususnya di wilayah terdampak bencana banjir bandang.

“Untuk memberikan keterampilan dan pelatihan-pelatihan usaha, kami akan komunikasikan lagi dengan kedeputian yang memiliki kegiatan tersebut. Kami dari Kementerian Koperasi dan UKM tentu memprioritaskan masyarakat yang terkena bencana. Begitu juga Palu dan Donggala,” tuturnya.[Ham]

Komentar

Artikel Terkait