Kegagalan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dari jalur Independen, Kartius-Pensong, menunjukan jika medan tempur di Kalbar memang berat.
Begitu disampikan Direktur Eksekutif IDM, Bin Firman Tresnadi, dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (26/1/18).
“Dari sejak awal IDM sudah memprediksi bahwa pasangan calon independen tidak akan mampu meraih dukungan dari masyrakat,” kata dia.
Sebab, kata dia, jika ingin bertarung di Kalbar, maka setiap pasangan calon membutuhkan struktur serta infrastructur yang kuat dan solid di masyarakat.
“Luasnya teritori yang harus dijangkau oleh calon pasangan independen menyebabkan lemahnya dukungan terhadap calon,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, langkah pasangan calon Independen yang bertarung di Pemilihan Gubernur Kalimantan Barat 2018, Kartius-Pensong, terhenti.
Alasannya, pasangan itu tidak tidak memenuhi syarat minimal dukungan untuk bisa maju di Pilgub Kalbar.
“Tidak memenuhi sayarat dari jumlah dukungan pada saat perbaikan,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalbar, Kasiono saat dihubungi telusur.co.id, Jumat (26/1/18). [ipk]