Ini Alasan Teologis Dedi Mulyadi, Mengapa Andalkan Wisata Air di Purwakarta

Ini Alasan Teologis Dedi Mulyadi, Mengapa Andalkan Wisata Air di Purwakarta

Telusur.co.id - Purwakarta | Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ternyata juga punya alasan historis dan teologis, mengapa pihaknya mengandalkan pembangunan wisata di daerahnya berbasis air.

Peradaban Sunda, menurut Bupati Purwakarta itu, sebenarnya memiliki keterikatan kuat dengan air. Semisal Sungai Citarum, disebutnya selain tak lepas dari sejarah peradaban orang sunda, faktanya juga hingga kini memiliki manfaat besar bagi kehidupan, bukan hanya untuk warga Jawa Barat melainkan juga luar Jawa Barat.

Citarum yang kemudian melahirkan Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur, terbukti telah menunjang langsung kepentingan hajat hidup orang banyak.

“Di Jawa Barat sendiri juga banyak terdapat Situ (danau) di Purwakarta saja misalnya, ada Situ Wanayasa, Situ Cikumpay dan Situ Cigangsa. Karena itu, air ini harus menjadi tema dalam pembangunan. Makanya, di Purwakarta basis pembangunan pariwisatanya adalah air,” ungkap Dedi, Ahad (13/8) di Purwakarta.

Selain itu Dedi juga menyodorkan fakta teologis,  bahwa air dapat menimbulkan ketenangan bagi orang yang sedang marah. “Makanya fakta teologis juga menyebutkan, saat orang sedang marah, ia disunnahkan untuk berwudhu,” tegas mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam itu.

Kabar terkini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga telah menambah koleksi taman air mancur, dengan membangun dua taman air mancur di kawasan Alun-alun Purwakarta.

“Air mancur ini memiliki nama Pesanggrahan dan Padjadjaran karena taman air mancur itu berada di areal Taman Pasangrahan Padjadjaran di Alun-alun Purwakarta,” jelas Dedi.

Keberadaan air mancur yang baru ini, diharapkan Bupati yang dipastikan bakal maju di Pilgub Jabar 2018 mendatang itu, akan bisa mengundang animo besar dari masyarakat luas untuk mengunjungi kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat tersebut.

Dedi beralasan pemberian nama Pesanggrahan dan Padjadjaran untuk taman air mancur yang baru itu, karena pesanggrahan merupakan kosa kata yang memiliki makna tempat beristirahat berupa rumah tinggal. Sedangkan Padjadjaran merupakan nama kerajaan yang pernah berjaya di tanah Sunda dan memiliki makna tempat yang setara.

Menariknya, air mancur Taman Pesanggrahan Padjadjaran yang memiliki tinggi sembilan meter dan terbentang di sepanjang kolam air di Alun-alun Purwakarta itu, saat masing-masing dari air mancur ini dinyalakan, akan terdengar lantunan lagu.

Air mancur tersebut memiliki teknologi sama dengan Air Mancur Taman Sri Baduga, dan bisa dinikmati pengunjung setiap hari secara gratis. Siang hari, air mancur ini tidak akan menyajikan kilatan laser sebagaimana dapat tersaji pada malam hari.

“Jika ingin menikmati, pengunjung diminta untuk tidak menginjak rumput taman dan tidak membuang sampah sembarangan,” demikian Bupati purwakarta itu berpesan | red-03/Ant |

Komentar

Artikel Terkait