Telusur.co.id - Jakarta | Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyelenggarakan Final Lomba Membaca Proklamasi Mirip Suara Soekarno di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. Acara tersebut di resmikan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri. Dan di saksikan Ketua Umum PKS, Sohibul Iman dan Ketua Fraksi Jazuli Juwaini
Dalam pembukaan Lomba Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan lomba tersebut diselenggarakan agar seluruh rakyat Indonesia menyelami kembali makna Proklamasi dan sang Proklamator yang membacakannya.
“Fraksi PKS kali ini mengadakan acara yang unik dan mungkin belum pernah diadakan oleh siapapun. Kita berharap dengan lomba ini kita dapat menyelami kembali makna Proklamasi sekaligus mengenang sang Proklamator Soekarno-Hatta,” kata Jazuli di gedung DPP PKS TB Simatupang, Jakarta, Jum’at (18/8).
Menurut Jazuli, Proklamasi 17 Agustus 1945, merupakan momen besar, bukan saja bagi bangsa dan negara Indonesia akan tetapi bagi bangsa-bangsa lainnya, khusunya di Asia dan Afrika.
“Momen persatuan dan kesatuan ini sangat mahal harganya. Karena disana ada darah para pejuang, ada cucuran keringat dan air mata para pendiri bangsa, dan ada pengorbanan yang begitu besar dari seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu kita semua harus menjaga warisan kemerdekaan ini dengan sungguh-sungguh karena Indonesia ini milik kita bersama, bukan milik saya, bukan pula milik kelompok tertentu,” katanya.
Tak hanya itu lanjut anggota komisi I DPR RI, Proklamasi tidak terlepas dari sosok seorang Soekarno sang Proklamator dan para tokoh nasional lainnya.
Untuk itu apa yang dilakukan Fraksi PKS dengan mengadakan lomba pembacaan Teks Proklamasi merupakan bagian dari visi perjuangan Fraksi untuk mengokohkan nasionalisme Indonesia.
“Dengan lomba ini, Fraksi PKS ingin memberikan kontribusi yang positif dan konstruktif untuk mengokohkan kehidupan berbangsa dan bernegara; mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk mengimplementasikan makna proklamasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; serta mengajak seluruh rakyat untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkas Jazuli.
Pada final lomba kali ini 10 orang finalis akan mendemonstrasikan pidato Proklamasi mirip Bung Karno. Lalu Dewan Juri yang terdiri dari Dr. HM. Hidayat Nur Wahid sebagai ketua, Komjen (Purn) Adang Dorodjatun dan M. Irfan Hidayatullah, M.Si akan memberikan penilaian dan memilih pemenang.
Penilaian didasarkan sejumlah aspek. Pertama, dari sisi suara yang harus mirip dengan Proklamator SOEKARNO. Kedua, dari aspek penjiwaan dan ketiga dari aspek vokal, artikulasi maupun intonasinya.
Di akhir lomba akan diumumkan pemenang yang terrdiri dari juara 1, 2, dan 3. Para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa piagam dan uang puluhan juta rupiah. | red-06 |