Telusur.co.id - Manggar | Kampung halaman Yusril Ihza Mahendra di terjang banjir besar, satu bencana besar yang menurut warga belum pernah terjadi dalam sejarah di Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
“Orang Belitung kaget dan tak siap hadapi banjir, karena seumur hidup baru kali inilah ada banjir di Belitung,” ujar seorang warga.
Hingga malam ini Ahad (16/7), Kota Manggar masih terisolasi akibat tiga ruas jalan yang menghubungkan dengan Tanjung Pandan. Bahkan, menurut sumber telusur.co.id di Bandara Hanandjudin, Tanjung Pandan 16 penerbangan Belitung-Jakarta yang biasa dilayani setiap hari terhenti, karena banjir dan badai yang terjadi sejak kemarin hingga malam ini.
Bendungan Pice yang terletak di Gantong, juga terancam jebol karena terjangan banjir. Sementara beberapa jembatan putus, ratusan rumah tenggelam, termasuk mobil yang hanyut di bawa air.
“Bang Yusril turun langsung bantu masyarakat Belitung yang terkena musibah banjir, kebetulan beliau sedang di Belitung,” ujar fungsionaris DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Belitung Timur.
Dikabarkan sebelumnya pakar hukum tatanegara Yusril Ihza Mahendra, memang sedang mengunjungi kampung halamannya untuk ziarah peringatan 100 tahun orang tuanya.
Akibat adanya banjir tersebut praktis Yusril tidak bisa pulang kembali ke Jakarta, padahal sejumlah agenda menanti kehadirannya, diantarnya memimpin peringatan 19 tahun hari lahir Partai Bulan Bintang di Jakarta.
Yusrl pun turun tangan langsung memberikan bantuan, mulai dari menyediakan ratusan nasi bungkus, mi instant sampai susi bayi.
Hiangga berita ini diturunkan sudah ribuan orang mengungsi ke kantor-kantor pemerintah, mesjid dan musholla serta sekolah-sekolah maupun tempat olah raga yang selamat dari terjangan banjir besar di Manggar itu. | red-03 |