Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri halal bihalal Pondok Pesantren se-Kalimantan Selatan dan peresmian Rumah Pangan Kita (RPK), di Pondok Pesantren Walisongo Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru, Rabu (10-07-2019).
Kehadiran orang nomor 1 di Kalimantan Selatan itu disambut antusias para pimpinan Pondok Pesantren se-Kalimantan Selatan yang berhadir.
Dalam sambutannya, Gubernur Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin mengungkapkan ikhtiar kuat membantu memajukan pondok pesantren yang ada di Kalimantan Selatan, salah satunya membantu pembangunan di Pondok Pesantren Walisongo.
Sahbirin Noor mengatakan, perkembangan pondok pesantren di Indonesia semakin pesat, karena daya tarik masyarakat semakin tinggi terhadap pondok pesantren
Di balik perkembangan pondok pesantren berabad-abad lamanya, dari pesantrenlah lahir tokoh-tokoh penting yang memainkan peranan penting dalam khazanah cendekia Islam. Bahkan kontrubusi tokoh di pesantren telah membawa kemerdekaan bangsa Indonesia.
Karena menurutnya, keberadaan pondok pesantren saat ini sangat penting, terutama dalam melahirkan para alim ulama dan juga pembinaan terhadap jiwa spiritual umat.
“Insyaallah saya akan bantu pembangunan pondok pesantren yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dikatakan Gubernur Sahbirin Noor, pesantren tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan islam yang bergelut di bidang spritualitas semata. Tetapi pesantren sebagai lembaga pendidikan juga harus ikut andil dalam mempertemukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan atau sains.
“Zaman sekarang, pondok pesantren harus mampu menyandingkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan atau sains, sehingga pesantren memiliki andil dalam menghadapi perubahan zaman,” paparnya.
Dengan diresmikannya Rumah Pangan Kita (RPK), Gubernur Sahbirin Noor berharap dapat di bangun diseluruh pondok pesantren yang ada di Kalimantan Selatan.
Sementara Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kalimantan Selatan, KH, M. Mukri Yunus mengatakan ponpes di Kalimantan Selatan ada sekitar 238 buah. Keberadaan IPI ini diharapkan bisa membantu ponpes dalam meningkatkan SDM dan kemandirian ekonomi pesantren.
Saat ini sebut KH Mukri, IPI Kalimantan Selatan juga sudah banyak bekerjasama dengan instansi pemerintah, BUMN maupun perusahaan swasta. Salah satunya dengan dibangunnya RPK di pondok pesantren di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Herawanto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Koordinator Kalimantan (BI), menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan oleh Pondok Pesantren dengan pembinaan Bulog untuk membuka Rumah Pangan Kita (RPK) memiliki banyak aspek positif diantaranya pesantren telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pengendalian inflasi.
RPK dapat mendukung ketercukupan penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan stabil. Dengan demikian, kelangkaan barang yang memicu kenaikan harga dapat teratasi.
“Hal itu akan mengarah pada pesantren yang mampu mandiri secara ekonomi. Kemandirian tersebut tentunya akan membawa banyak hal positif, diantaranya peningkatan kesejahteraan pesantren, warga pesantren, dan sumber pembiayaan untuk peningkatan sumber daya manusia pesanten,” jelas Herawanto.
Untuk itulah, tambah Herawanto, Bank Indonesia juga sejalan dengan keinginan Gubernur Sahbirin Noor yang berharap adanya RPK di pesantren Walisongo dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain di Kalimantan Selatan. Hal ini lantaran uaya untuk mengendalikan kenaikan harga barang memang memerlukan dukungan semua pihak, tidak hanya institusi tetapi juga kelompok-kelompok masyarakat, termasuk melalui pesantren.
“Selanjutnya, RPK dapat dimanfaatkan secara optimal, dimulai dari warga pesantren yang selanjutnya dapat berkembang untuk masyarakat sekitar pesantren. Dari sinilah maka peran pesantren tidak hanya sebatas lembaga pendidikan tetapi juga lembaga yang peduli dengan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Herawanto. [Ham]