Menjelang rampungnya lokasi terminal baru di Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, membuat pihak Angkasa Pura mengumpulkan berbagai mitra usaha, Senin (17/12) siang.
Kegiatan yang dibalut dengan “Tenant Gathering” yang dilaksanakan di Hotel Novotel Banjarbaru ini sebagai salah satu upaya untuk menjalin hubungan baik dengan mitra usahanya di bandara, guna menjajaki peluang kerjasama dengan mitra usaha potensial untuk menyambut beroperasinya terminal baru, yang diperkirakan akan beroperasi Oktober 2019 mendatang.
“Melalui kegiatan tenant gathering ini kami ingin memperkenalkan potensi bisnis di terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang ditargetkan akan mulai beroperasi tahun 2019 mendatang,” ujar Ahmad Sugi Shahab, Vice Presidential Non Auretical Businessman Angkasa Pura, saat disambangi beberapa awak media usai kegiatan.
Menurut Sugi, dengan momentum tenant gathering ini juga dimanfaatkan sebagai upaya untuk memperkuat hubungan dengan mitra usaha yang saat ini telah berbisnis di bandara terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.
“Juga sebagai forum komunikasi dan upaya mensinergikan strategi dan rencana kolaborasi dengan mitra usaha dan calon mitra usaha untuk agar bisa lebih optimal dalam memanfaatkan peluang bisnis di masa mendatang,” imbuhnya.
Apalagi peluang bisnis di bandara, khususnya di bandara Syamsudin Noor Banjarbaru semakin terbuka lebar dengan akan beroperasinya terminal baru bandara yang sangat diharapkan masyarakat Kalimantan Selatan dapat cepat rampung.
Berdasarkan data, pada bandara Syamsudin Noor pada 2017 lalu telah melayani 3,7 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas terminal hanya 1,3 juta penumpang per tahun. Jadi selama sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan penumpang di bandara ini adalah 9,05%. Sehingga diprediksi dengan adanya terminal baru diharapkan bandara Syamsudin Noor nantinya akan mampu menampung 7 juta penumpang per tahun setelah pengembangan tahap pertama dan 12 juta penumpang per tahun pada pengembangan tahap kedua.
Apalagi, saat ini ada delapan maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Banjarmasin, dengan 80-85 penerbangan per hari, dengan penumpang rata-rata sebanyak 9.700 per hari.
“Melihat pertumbuhan trafik penumpang yang dikombinasikan dengan pengembangan bandara yang saat ini sedang dilakukan, maka potensi dan peluang bagi para pelaku bisnis ritel dan pemilik merek untuk sukses dalam berbisnis di bandara akan semakin terbuka lebar. Kami berharap mitra usaha di bandara ini bisa tumbuh dan berkembang, serta bersama-sama Angkasa Pura I memberikan pelayanan dan pengalaman unik kepada para pengguna jasa bandara,” tegas Sugi.
Sugi juga menegaskan bahwa tenant di terminal baru bandara Syamsuddin Noor ini pihaknya akan membangun satu space yang luas untuk para pelaku UMKM sehingga bisa memajangkan hasil usaha nya.
“Selain berharap bisa merekrut tenaga lokal sebagai pekerja di tenant, kami juga membangunkan satu space yang bisa menampung sekitaran 15 pelaku UMKM untuk menjual produknya karena seperti diketahui kami Angkasa Pura sangat peduli dengan pelaku UMKM,” pungkas Sugi.
Pada kesempatan temu mitra usaha, pihak Angkasa Pura I juga memberikan penghargaan kepada mitra usaha terbaik di bidang food & beverages, retail, dan services & lounge yang beroperasi di Bandara Syamsudin Noor. Penghargaan tenant terbaik kategori food & beverages diberikan kepada PT Prima Usaha Era Mandiri. Penghargaan tenant terbaik kategori retail diberikan kepada PT Indomarco Prismatama. Sedangkan tenant terbaik kategori services & lounge diberikan kepada PT Angkasa Pura Hotel.[Red].