Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Masih Terjadi dibeberapa Wilayah

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Masih Terjadi dibeberapa Wilayah

Telusur.co.id -

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan kondisi dibeberapa daerah mengalami perubahan cuaca.

Di wilayah Banten, berpotensi terjadi angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia selatan Banten.

Karenanya, BMKG mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi terjadi angin kencang di wilayah Kab. Pandeglang bagian Selatan dan Kab. Lebak bagian Selatan dan waspada potensi gelombang tinggi.

Tak hanya di Banten, perubahan Clcuaca juga terjadi di Provinsi Sulawesi Utara tanggal 10 Juni 2019 pukul 09.00 Wita.

Data dari BMKG masih terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan pada pukul 09.30 Wita di wilayah Minahasa Selatan (Seluruh Wilayah), Bolmong Timur (Seluruh Wilayah), Bolmong (Seluruh Wilayah), dan Kotamobagu (Seluruh wilayah).

Serta dapat meluas ke wilayah Minahasa Tenggara (Bag. Barat), Bitung (Seluruh Wilayah), Minahasa Utara (Bag. Utara dan Timur), Bolmong Selatan (Seluruh Wilayah), dan Bolmong Utara (Bagian Timur). “Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 12.30 Wita,” infonya.

Sehari sebelumnya, Minggu, 9 Juni 2019, pukul 16.32.23 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah selatan Kota Cilacap, Kabupaten Cilacap, Propinsi Jawa Tengah pada kedalaman 64 km.

Gempabumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap, Ciamis, Kebumen dalam skala intensitas III MMI dan Bandung dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 16.47 WIB kemarin hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (ham)

Komentar

Artikel Terkait