Telusur.co.id - Jakarta | Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais mengatakan saat ini tidak ada musyawarah mufakat seperti yang tertuang dalam sila keempat Pancasila.
Hal itu dapat dilihat dari beberapa kejadian kususnya peristiwa terakhir dalam pengesahan Undang – Undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan secara Voting.
“Sekarang bukan musyawarah yang dijunjung tinggi, akan tetapi, adu kuat, adu otot, dan adu uang,” ujarnya di Universitas Bung Karno Jakarta, Kamis (17/8).
Tak hanya itu saja, Menurut Amin Rais saat ini Budaya Indonesia sedang tergerus dengan banyak kezalima sosial bagi seluruh rakyat, terlebih dalam kondisi saat ini rakyat yang semakin menderita dengan sulitnya perekonomian.
Hal itu terlihat dari utang negara yamg masih menggelembung, rakyat kecil makin banyak yang kelaparan, dan semakin terasa ada sesuatu yang salah.
“Saya dengan para ulama dan lain-lain mendegarkan pidato Boeng Tomo, walaupun tidak baca Alquran, tapi beliau mengatakan, “selama rakyat bersandar pada Allah Yang Maha Esa, maka perjuangan akan berbuah hasil yang nyata. Surah Al-Hajj 38, tapi Allah tidak suka pada pengkhianat yang tidak bersyukur atas rahmat Allah. Kekuasan itu semu bahkan palsu,” kata mantan Ketum PP Muhammadiyah itu.
Lalu, lanjut Amin Rais menuturkan, terkait sila kedua, dalam kenyataannya, di berbagai wilayah terjadi bentrok antar suku, bangsa seakan ada yang menginginkan Bangsa Indonesia terpecah belah. Hal itu dinilainya, menjadi kemanusian yang tidak adil dan sedikit biadab. “Artinya sudah makin hampa,” tuturnya.
“Kita sedang mencari, siapa di balik semua ini, kalau ketahuan kita beri perhitungan sama-sama. Ada siluman-siluman tertentu yang memecah belah dengan sistematik, dengan perundang-undangan dan lain-lain, kita harus hadapi bersama,” tutupnya.| red-06 |