Bekasi – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) muncul di Kota Bekasi, Kampanyekan 3 kepentingan sekaligus.
Pertama, AHY mengkampanyekan No.1 yaitu pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto yang diusung Partai Demokrat. Kedua, AHY juga mengkampanyekan No.4 yaitu pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi, serta ketiga tentu saja juga mengkampanyekan No.14 yaitu nomor urut Partai Demokrat sebagai peserta Pemilu Serentak 2019 untuk memilih calon anggota legislatif sekaligus memilih pasangan Capres-Cawapres yang diusung Partai Demokrat.
Untuk merajut kampanye kepentingan ketiga hal itulah, Jumat (16/3) AHY yang kini tengah berusaha menaikkan elektabilitasnya tampak muncul di Pasar Proyek, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Untuk diketahui dalam rangkaian aksi Partai Demokrat di Jawa Barat yang bertajuk “AHY Ngariung” akan diawali di kota Bekasi pada hari ini dan berakhir hari Kamis, 22 Maret 2018.
Selama tujuh hari di Jawa Barat, AHY berencana bertemu dan ngariung dengan masyarakat yang mewakili berbagai komunitas, organisasi kepemudaan, maupun profesi yang beragam di setiap kabupaten/kotanya.
Selain AHY akan mendengarkan aspirasi mereka dan seperti slogan Partai Demokrat “Yang Penting Negara Adil, Rakyat Sejahtera”, AHY juga dijadwalkan bertemu dengan calon-calon kepala daerah baik tingkat Provinsi Jabar maupun di tingkat Kabupaten/Kota yang diusung Partai Demokrat.
Sebelumnya, dalam pidatonya di arena Rapimnas Partai Demokrat pekan lalu di Sentul, Bogor, AHY dan Partai Demokrat menyatakan komitmennya untuk berkerja keras, dalam memajukan kehidupan rakyat secara bersama.
“Kami siap untuk bekerja keras, memajukan kehidupan rakyat yang kita cintai bersama,” tegas AHY dalam pidatonya seraya mengatakan pihaknya siap untuk kembali meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
“Siap untuk menjaga tegaknya demokrasi dan kebebasan yang bermartabat, dan siap untuk mewujudkan kehidupan yang adil, baik politik, hukum maupun sosial. Juga kehidupan yang rukun dan damai diantara sesama anak bangsa,” ujarnya. (pri)