Telusur.co.id - Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar bakti kesehataan dengan mengoperasi pasien celah bibir dan langit-langit (bibir sumbing).

Bakti kesehatan yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia ini, yang berkerja sama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI), serta Smile Train terpusat di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Banjarmasin Hoegeng Iman Santoso untuk wilayah Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dipantau langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani bersama Rinny Yazid Fanani Ketua Bhayangkari Polda Kalimantan Selatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kedekatan institusi Polri dengan masyarakat.
“Kegiatan bhakti kesehatan ini merupakan bentuk kedekatan institusi Polri dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sehingga moment ini dapat menjalin rasa persaudaraan yang kuat dibidang pelayanan,” ujar Irjen Pol Yazid Fanani, saat meninjau dan memberikan santunan kepada pasien, Senin (17-06-2019) siang.
Sementara itu Kombes Pol dr Erwin Zainul Hakim, Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan menjelaskan bahwa sebenarnya respon masyarakat yang akan mengikuti bakti kesehatan operasi bibir sumbing ini sangat tinggi, namun saat dilakukan pengecekan awal banyak yang tidak bisa dilakukan operasi dengan berbagai alasan kesehatan sehingga hanya 29 pasien yang tidak hanya Balita juga ada pasien dewasa.
“Dari 29 penderita celah bibir dan celah langit-langit yang ikut operasi gratis ini 11 pasien dari Banjarmasin sisanya dari wilayah 10 polres yang ada di Kalimantan Selatan, bagi yang belum bisa dilakukan operasi bisa diikutkan dengan program mendatang yang pasti akan kami laksanakan juga,” papar Erwin.
Apalagi, tambah Erwin, selain melaksanakan bakti kesehatan operasi bibir sumbing dalam rangka pemecahan rekor MURI se Indonesia, pihaknya usai melaksanakan operasi juga dilakukan tindakan lain terhadap para pasien, karena untuk kasus ini, meski si penderita sudah dioperasi, masih perlu pendampingan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.
“Para pasien tetap akan di dampingi pasca operasi, hal ini dilakukan supaya pasien tetap merasa nyaman dan sehat,” jelaanya.
Adanya bakti kesehatan yang serentak dilakukan di Rumah Sakit Polri se Indonesia ini pun disambut syukur oleh keluarga pasien.
Maklum saja, dengan penanganan operasi secara gratis dinilai memperingan beban keuangan bagi pihak keluarga.
“Alhamdulillah, diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti bakti kesehatan ini. Terimakasih pihak Polri atas bantuan nya mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi masyarakat yang kurang mampu bisa dibantu,” harap Mutmainah, salah seorang ibu pasien yang mengikuti kegiatan operasi.
Sementara itu, ketua Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI) Kalimantan Selatan dan Tengah, drg Irham Taufikurahman menjelaskan dilakukannya kerja sama kegiatan bakti kesehatan senyum bersama Polri ini dilakukan setelah melihat banyak nya masyarakat yang menderita celah bibir dan celah langit-langit, apalagi di Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang menjadi kabupaten ketiga tertinggi penderita celah bibir dan langit-langit di Indonesia.
“Yang jelas kami tetap akan melakukan bakti kesehatan seperti ini, baik bekerja sama dengan Polri juga dengan pihak lain karena inilah bakti kami kepada masyarakat,” kata Irham singkat. [asp]